Seting Server WEB

In CategoryServer
ByDonyYuwono

tuk menjalankan kode (script) program WEB diperlukan sebuah server web, script yang ditulis seharusnya menyesuaikan dengan interpreter yang berada pada server web, pada umumnya server web hanya menyediakan sebuah interpreter, namun terkadang sebuah server web mampu menyediakan lebih dari satu interpreter, tentunya setelah melalui proses UPGRADE. Contohnya saat instalasi server web yang baru pada windows menggunakan PHP Triad, WampServer atau XAMPP maka selain server web Apache juga terinstal sebuah interpreter PHP yang akan menterjemahkan script PHP yang berada didalam server web, sesuai dengan permintaan.

Untuk memudahkan proses compilasi dalam membangun aplikasi WEB perlu adanya server web lokal yang berada pada PC yang sama yang digunakan untuk membangun aplikasi. Ada beberapa aplikasi gratis yang menyediakan paket server yang biasanya berisi Apache, PHP, MySql yang dibungkus secara apik dalam sebuah aplikasi desktop berbasis windows dan sangat mudah dalam instalasinya, paket-paket server itu diantaranya adalah : PHP Triad, WampServer dan XAMPP.

Untuk memanggil server web lokal biasanya menggunakan alamat “http://localhost/” dan direktori yang diakses adalah direkrori server web tersebut diinstal “C:\xampp\htdocs”, jika dalam satu komputer terjadapat beberapa project WEB biasanya ditempatkan didalam folder dibawah folder htdocs dan untuk memanggilnya menggunkan alamat “http://localhost/project1/” atau “http://localhost/project2/“. Untuk memanggil alamat-alamat tersebut dengan nama domain lebih enak dan nyaman perlu sedikit seting didalam komputer kita, bagaimana jika “http://localhost/project1/” dapat dipanggil dengan “http://project1.net/” lebih nyamankan ?

Contoh seting server menggunakan XAMPP :

Buka file host menggunakan notepad yang berada didirektori “C:\Windows\System32\drivers\etc” untuk mendaftarkan host baru agar dikenali oleh windows. Copikan 2 baris script paling bawah berikut ini pada file host yang sudah dibuka, sehinggan seluruh script sesuai dengan script berikut ini :

# Copyright (c) 1993-2009 Microsoft Corp.
#
# This is a sample HOSTS file used by Microsoft TCP/IP for Windows.
#
# This file contains the mappings of IP addresses to host names. Each
# entry should be kept on an individual line. The IP address should
# be placed in the first column followed by the corresponding host name.
# The IP address and the host name should be separated by at least one
# space.
#
# Additionally, comments (such as these) may be inserted on individual
# lines or following the machine name denoted by a ‘#’ symbol.
#
# For example:
#
# 102.54.94.97 rhino.acme.com # source server
# 38.25.63.10 x.acme.com # x client host

# localhost name resolution is handled within DNS itself.
# 127.0.0.1 localhost
# ::1 localhost
127.0.0.1 localhost
127.0.0.1 project1.net

Untuk menentukan direkrori yang diakses oleh domain project1.net harus mengubah seting Virtual Host yang berada pada Server Apache. Buka file httpd-vhosts.conf menggunakan notepad yang berada didirektori “C:\xampp\apache\conf\extra”, matikan seluruh script yang berada pada file tersebut dengan memberikan tanda ‘#’ tiap awal baris script kemudian copykan script berikut ini, simpan dan restart Apache.

NameVirtualHost *:80

<VirtualHost *:80>
ServerName localhost
DocumentRoot “C:/xampp/htdocs”
</VirtualHost>

<VirtualHost *:80>
ServerName intranet
DocumentRoot “D:/PROGRAM/PHP/kantor/intranet”
ServerAdmin webmaster@intranet
ErrorLog “C:\xampp\apache\logs\intranet”
<Directory “D:/PROGRAM/PHP/kantor/intranet”>
Options Indexes FollowSymLinks Includes ExecCGI
AllowOverride All
Order allow,deny
Allow from all
</Directory>
</VirtualHost>

Tags: